Jurnal Kesehatan Rajawali http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR <p>Jurnal Kesehatan Rajawali merupakan jurnal ilmu-ilmu kesehatan yang memuat naskah hasil penelitian bidang ilmu keperawatan, kebidanan dan analis kesehatan. Diterbitkan 6 bulan sekali pada bulan Maret dan September</p> en-US <p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License"></a><br>This work is licensed under a&nbsp;<a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a></p> farhanbaehaki71@gmail.com (Farhan Baehaki) muhammadanggi@rajawali.ac.id (M. Anggi Maulana) Tue, 05 Dec 2023 09:24:27 +0000 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pengkajian Kunjungan K4 Antenatal Care Berdasarkan Karakteristik Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Kerja Puskesmas Sawa Erma Kabupaten Asmat Provinsi Papua Tahun 2021 http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/119 <p>Pemeriksaan antenatal yang tidak lengkap dapat menyebabkan komplikasi kehamilan pada ibu tidak terdeteksi dan dapat menyebabkan resiko kematian ibu. kunjungan K4 Provinsi Papua hanya mencapai 37,15 % dari target Renstra nasional 2019&nbsp; yaitu 80 %. Banyak faktor yang dapat menyebabkan rendahnya kunjungan tersebut salah satunya adalah karakteristik ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karaktertistik ibu hamil trimester III dengan kunjungan K4 di wilayah Kerja Puskesmas Sawa Erma Tahun 2021. Metode Penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan Sample menggunakan accidental sampling, 83 responden. Instrumen menggunakan kuisioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil didapatkan Sebagian besar (63,9%) ibu hamil trimester III di Puskesmas Sawa Erma&nbsp; tahun 2021 melakukan kunjungan antenal care tidak lengkap, karakteristik yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care K4 yaitu pengetahuan 52 responden (62,7%), status pekerjaan 69 responden (83,1%), jarak tempuh jauh 50 responden (60,2%), informasi dari Non Nakes 47 responden (56,6%). Analisis bivariat menunjukkan variabel pengetahuan (p= 0,000), status pekerjaan (p= 0,000), jarak tempuh ke fasilitas kesehatan nilai (p = (0.001) dan sumber informasi (p= 0,000). Terdapat hubungan antara karakteristik&nbsp; ibu hamil trimester III dengan kunjungan antenatal care K4. Puskesmas diharapkan dapat membuat program – program yang dapat meningkatkan kunjugan ibu hamil yang sesuai standar, seperti penggalakan promosi kesehatan tentang pentingnya pemeriksaan Anc dan lain lain.</p> Intan Karlina, Mira Miraturrofi'ah, Katrini Palayukan ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/119 Tue, 15 Nov 2022 00:00:00 +0000 Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Suami Terhadap Minat Ibu Dalam Menggunakan IUD Pada Pasangan Usia Subur Di Puskesmas Cipageran Tahun 2021 http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/127 <p>IUD merupakan alat kontrasepsi yang efektif dan efisien, nyaman, dan terjangkau. Minat terhadap penggunaan IUD masih rendah dibandingkan kontrasepsi suntik dan pil. Hal tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan dan dukungan suami. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami terhadap minat ibu dalam menggunakan kontrasepsi IUD pada PUS di Puskesmas Cipageran tahun 2021. Metode penelitian menggunakan deskriptif analisis dengan pendekatan cross-sectional. Sampel adalah PUS yang menggunakan kontrasepi di Puskesmas Cipageran pada bulan Juli tahun 2021 sebanyak 176 orang, melalui teknik simple random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. &nbsp;Hasil didapatkan sebagian kecil (46%) mempunyai minat rendah, sebagian mempunyai pengetahuan rendah (50,6%), dan sebagian kecil tidak mendapatkan dukungan suami (47,2%). Terdapat hubungan pengetahuan (p=0,048) dan dukungan suami (p=0,000) terhadap minat ibu dalam menggunakan kontrasepsi IUD. Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan minat ibu dalam penggunaan IUD melalui program penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan dukungan suami.</p> Iga Retia Mufti ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/127 Tue, 15 Nov 2022 00:00:00 +0000 Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemandirian Personal Hygiene pada Anak Pra-Sekolah 4-6 Tahun di TKQ Arrukoyah Desa Solokanjeruk Kabupaten Bandung Tahun 2021 http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/133 <p class="Abstract" style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 yang menyatakan bahwa sekitar 25,9% penduduk Indonesia Khususnya anak pra sekolah memiliki masalah personal hygiene yang mengakibatkan permasalahan gigi dan mulut. Temuan tersebut diperkuat dengan hasil proposi masalah kesehatan mulut pada anak usia ≥3 tahun di Provinsi Jawa Barat terdapat 69.416 anak. Sedangkan di Kabupaten Bandung terdapat 5.275 anak. Hal ini terjadi karena anak masih belum mampu melakukan personal hygiene secara mandiri atau masih dibantu oleh orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Personal Hygiene Pada Anak Pra Sekola 4-6 tahun di TKQ Arrukoyah Desa Solokanjeruk Kabupaten Bandung Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling yaitu sebanyak 41 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner pola asuh orang tua dan kemandirian personal hygiene anak yang kemudian dianalisis menggunakan uji Chisquare. Hasil penelitian menunjukan bahwa 29 responden menerapkan pola asuh demokratis dan sebagian besar anak mandiri dalam kategori kemandirian personal hygiene sebanyak 30 anak (73,2%). Hasil uji Chisquare diperoleh nilai =0,000 maka terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian personal hygiene pada anak pra sekolah 4-6 tahun di TKQ Arrukoyah Desa Solokanjeruk Kabupaten Bandung Tahun 2021. Hal yang penting diketahui ibu untuk merawat anaknya dengan baik, yaitu dengan meningkatkan anak agar kemandirian anak pra sekolah dapat tercapai sesuai dengan usianya, terutama dalam hal personal hygiene.</p> Fuzi Nur'aeni, Oryza Tri Novita ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/133 Mon, 16 Jan 2023 00:00:00 +0000 Hubungan Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Skabies di Pesantren Cinta Wali Kabupaten Cianjur Tahun 2021 http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/114 <p>Penyakit skabies sering disebut kutu badan, penyakit ini juga mudah menular dari manusia ke manusia, dari hewan ke manusia, dan sebaliknya (Widodo, 2013). Masalah ini dominan terjadi pada anak-anak, karena individu tersebut belum mampu secara mandiri melakukan kebersihan diri dan kebersihan lingkungan. Anak-anak senang bermain dengan teman-temannya tanpa memperhatikan kebersihan diri, sehingga memungkinkan terjadinya penularan penyakit melalui kontak langsung seperti berjabat tangan, kurangnya perhatian dalam hal membersihkan diri atau mandi, serta bermain di area yang kurang bersih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian skabies di pesantren cinta wali Kabupaten Cianjur Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan kuesioner tentang gambaran pengetahuan tentang PHBS sebanyak 20 pertanyaan terhadap 88 santri yang mempunyai keluhan gatal- gatal pada bulan maret tahun 2021, dengan pendekatan cros sectional study (seksional silang). Pengetahuan Tentang Prilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) di pesanten cinta wali Kabupaten Cianjur Tahun 2021 sebagian besar pengetahuan kurang sebanyak 37 responden (42,1%). Kejadian skabies di pesanten cinta wali Kabupaten Cianjur Tahun 2021 sebagian besar dengan skabies sebanyak 58 responden (65,9%). Hasil analisis bivariat didapat p-value sebesar 0,00 (&lt;0.05). Terdapat Hubungan Pengetahuan Tentang PHBS dengan kejadian skabies Di pesanten cinta wali Kabupaten Cianjur Tahun 2021.</p> Arieni Ramadhan, Y Roybafie, Tonika Tohri ##submission.copyrightStatement## http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/114 Fri, 03 Feb 2023 07:25:03 +0000 DESCRIPTION OF ENVIRONMENTAL SANITATION IN STUNTING TOddlers AGED 24 - 59 MONTHS IN KOPO SHARE, UPT PUSKESMAS CITARIP REGION, BOJONGLOA KALER, 2021 http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/124 <p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><strong><span lang="IN" style="font-size: 9.0pt; color: black;">Background : </span></strong><span lang="IN" style="font-size: 9.0pt; color: black;">Sanitation The environment affects health, including the ownership of healthy latrines and the provision of clean water and waste management. Poor environmental sanitation practices can increase the risk of infectious diseases that can affect nutritional problems in toddlers. In 2020 the number of stunting events in Kopo Village is still high. <strong>Objective: </strong>This study was to find out how the description of environmental sanitation in stunting toddlers aged 24 - 59 months in Kopo Village UPT Citarip Health Center. <strong>Methods:</strong> This research uses descriptive quantitative research by collecting data through the distribution of questionnaires given online. The population in this study were parents who had stunting toddlers totaling 167 people. The samples taken in this study were 70 people using stratified random sampling technique. <strong>Results: </strong>The results of the study on the description of environmental sanitation in stunting toddlers aged 24-59 months in Kopo village with clean and healthy categories as many as 69 people (98.4%) and unsanitary and unhealthy categories as many as 1 person (1.4%). <strong>Conclusion: </strong>Based on the results of the study, most of the respondents already had good environmental sanitation but their toddlers were stunted, this was because environmental sanitation factors were an indirect cause of stunting and the direct factors that became the risk of stunting were lack of nutritional intake and infectious diseases.</span></p> Lisbet Octovia Manalu, R.O. Indriyani, Budi Somantri ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/124 Fri, 03 Feb 2023 07:47:43 +0000 Hubungan Strategi Konseling Berimbang Pada Ibu Hamil Dengan Pemilihan KB Pasca Persalinan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di UPT Puskesmas Sukarasa http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/136 <p>Dalam kebijakan pelayanan KB ditemukan beberapa permasalahan, salah satunya adalah kepesertaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) rendah. Berdasarkan hasil survey RPJMN tahun 2018, KB pasca persalinan MKJP di Jawa Barat mencapai 16,55%, di kota Bandung mencapai 20%. Hal tersebut disebabkan belum optimalnya konseling sebagai sarana Komunikasi Informasi dan Edukasi. Kemenkes dan BKKBN telah berupaya untuk meningkatkan kepesertaan KB MKJP dengan menerapkan Strategi Konseling Berimbang (SKB). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan pemberian SKB terhadap ibu hamil trimester III dengan pemilihan KB pasca persalinan MKJP. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan desain penelitian studi cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan responden 58 orang. Analisa data menggunakan teknik uji Chi Square. Hasil Penelitian menunjukkan hasil penilaian responden terhadap pemberian SKB sebagian besar menyatakan “baik” sebesar 69%, responden yang memilih KB pasca persalinan MKJP sebesar 60,3%. Berdasarkan analisi bivariat Chi-square diperoleh hasil p value = 0,004 kurang dari 0,05. Simpulan hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan Strategi Konseling Berimbang (SKB) pada ibu hamil trimester III dengan pemilihan KB pasca persalinan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di UPT Puskesmas Sukarasa tahun 2021.</p> Erni Hernawati, Susilawati Susilawati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/136 Fri, 03 Feb 2023 08:21:56 +0000 Pengaruh Pemberian Informasi Prabedah Terhadap Kecemasan Pasien Prabedah Terencana di Ruang Bedah RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/141 <p>Penyuluhan <em>perioperatif </em>merupakan salah satu cara untuk mengatasi kecemasan pra operatif. Hal ini sangat penting&nbsp; dalam&nbsp; membantu&nbsp; pasien mengatasi&nbsp; kecemasannya&nbsp; sehingga&nbsp; perlu adanya&nbsp; pelayanan&nbsp; keperawatan&nbsp; yang berkualitas,&nbsp; ini&nbsp; akan&nbsp; membantu mengurangi&nbsp; rasa&nbsp; takut&nbsp; akibat ketidaktahuan&nbsp; pasien. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian informasi prabedah terhadap kecemasan pasien prabedah terencana di ruang bedah RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan <em>one group pretest posttest design</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien prabedah terencana yang dirawat di ruang bedah RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi dengan jumlah sampel berdasarkan rumus <em>Issac</em> dan <em>Michael </em>sebanyak 53 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner untuk data kecemasan dengan menggunakan <em>State Anxiety Inventory </em>yang berjumlah 20 item pertanyaan. Tingkat kecemasan pada pasien prabedah terencana sebelum diberikan informasi prabedah sebagian besar memiliki tingkat cemas berat sebanyak 28 orang (52,8%), tingkat kecemasan pasien prabedah terencana sesudah diberikan informasi prabedah sebagian besar memiliki tingkat cemas ringan sebanyak 26 pasien (49,1%), hasil uji <em>Wilcoxon </em>didapatkan p value 0,00 dimana p values &lt;0,05 maka Ho diterima.artinya ada perbedaan antara tingkat kecemasan pasien pra bedah terencana sebelum dan sesudah diberikan pemberian informasi pra bedah. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian informasi prabedah terhadap kecemasan pasien prabedah terencana di ruang bedah RSUD R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi. Saran perawat harus mempunyai teknik yang baik dalam hal pemberian informasi kepada pasien, oleh karena itu update ilmu dan latihan-latihan dalam teknik pemberian informasi.</p> Istianah Istianah, Lutfianti Lutfianti, Tonika Tohri ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/141 Wed, 08 Feb 2023 04:10:24 +0000 Uji Efektivitas Handsanitizer Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus sp dan Pseudomonas sp pada Layar Smartphone http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/150 <p>Smartphone is a communication tool that has the potential to be contaminated with microorganisms that can be transmitted through direct contact, especially on the skin. Microbes can survive on the surface of mobile phones and serve as potential transporters of microorganisms. The use of hand sanitizer is useful for inhibiting and even killing microorganisms. Thus, the study focused on isolating bacteria from smartphone screens, especially <em>Stappylococcus sp</em> and <em>Pseudomonas sp</em> bacteria and looking at the effectiveness of hand sanitizers in inhibiting bacterial growth. This study aims to isolate <em>Staphylococcus sp</em> and <em>Pseudomonas sp</em> bacteria on smartphone screens and test the ability to use hand sanitizers against bacteria attached to smartphone screens. This type of research uses the bacterial isolation method. The target population is the academic community of the Polytechnic of St Paul Surakarta totaling 30 cell phones. The object of the research was the smartphone screen swab of the academic community for the presence of <em>Staphylococcus sp</em> and <em>Pseudomonas sp</em> bacteria and hand sanitizer as an inhibitor of bacterial growth. In 30 smartphone samples, <em>Stapylococcus sp</em> and <em>Pseudomonas sp</em> were found. This study uses the chard chart method. Hypothesis H<sub>0</sub> did not find <em>Staphylococcus sp</em> and <em>Pseudomonas sp</em> bacteria while H<sub>a</sub> was found <em>Staphylococcus sp</em> and <em>Pseudomonas sp</em> bacteria on the smartphone screen. In this study, the smartphone screen contained <em>Stapylococcus sp</em> and <em>Pseudomonas sp</em> bacteria, the use of hand sanitizer was effective in inhibiting bacterial growth.</p> Yohana Thania Xena Alverina, Gravinda Widyaswara, Ajeng Novita Sari ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/150 Thu, 09 Feb 2023 01:42:19 +0000 Evaluasi Kualitas Packed Red Cell (PRC) berdasarkan Kadar pH Darah selama Masa Penyimpanan 36 Hari http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/149 <p><em>Packed red cell</em> (PRC) merupakan komponen darah dengan frekuensi penggunaan tertinggi dibandingkan komponen darah lainnya seperti <em>thrombocyte concentrate</em> (TC); <em>cryoprecipitate</em>; dan plasma, sehingga laporan terkait reaksi transfusi akibat penggunaan PRC juga menempati urutan pertama. Secara umum reaksi transfusi dapat dipicu oleh terjadinya reaksi yang bersifat imunologi dan non-imunologi. Reaksi imunologi sendiri berkaitan dengan ketidakcocokan darah donor dan resepien sedangkan reaksi non-imunologi berkaitan dengan infeksi penyakit menular, kontaminasi bakteri, hipotermia, keracunan sitrat, kelebihan zat besi dan asidosis. Adapun kondisi asidosis (penurunan kadar pH) produk darah sejauh ini belum banyak dilaporkan, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas PRC berdasarkan kadar pH darah selama penyimpanan 36 hari. Pengukuran kadar pH darah dilakukan terhadap 5 sampel darah PRC menggunakan alat ukur pH meter Ohaus Starter 3100-F. Interval waktu pengukuran adalah setiap 3 hari, sejak hari penyadapan darah yaitu hari ke-0 hingga akhir masa simpan yaitu hari ke-36. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kadar pH darah terus mengalami penurunan dari hari ke hari dengan kurva yang landai. Persentase penurunan kadar pH darah berada pada kisaran 5,63%- 14,49% dengan nilai kadar pH darah di akhir masa simpan berada pada rentang 6,73- 6,90 dengan rerata 6,82. Nilai tersebut masuk dalam kategori produk darah aman digunakan hingga akhir masa simpan, karena berada pada batas aman kadar pH darah yang ditetapkan dalam regulasi pemerintah yaitu PMK No 91 tahun 2015.</p> Wiwit Sepvianti, Gravinda Widyaswara, Aulia Rahman, Kumaha Rahmawati Zain, Arif Tirtana, Relita Pebriana, Jemi Arivitriyanto Livingston Kodo ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ojs.rajawali.ac.id/index.php/JKR/article/view/149 Thu, 09 Feb 2023 02:48:35 +0000